:::: MENU ::::

Senin, 28 Oktober 2013

  • 10/28/2013
Laju IHSG Senin (28/10/2013) diprediksi berada pada support 4.543-4.569 dan resistance 4.607-4.615. Inilah saham-saham pilihannya.
Pada perdagangan Jumat (25/10/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 14 poin (0,30%) ke posisi 4.580,846. Intraday terendah 4.567,406 dan tertinggi 4.604,207.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, laju IHSG mulai didera aksi ambil untung setelah penguatan beberapa hari. “Akan tetapi, indeks masih dapat mempertahankan tren kenaikan jangka pendek-menengahnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (27/10/2013).
Padahal, kata dia, laju bursa saham AS dan Eropa sebelumnya berada di zona hijau dan rilis kinerja beberapa emiten pada sektor properti, perbankan, dan terakhir ialah PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) berada sesuai dengan ekspektasi. “Tetapi, oleh karena laju bursa saham Asia yang melemah, IHSG pun ikut terimbas pelemahan tersebut,” ujarnya.
Reza, sangat menyayangkan pelemahan yang terjadi pada IHSG. “Sebab, pelemahan pada bursa saham Asia dikarenakan adanya rilis beberapa emitennya yang di bawah estimasi,” ucapnya.
Seharusnya, kata dia, hal tersebut tidak banyak mempengaruhi laju IHSG. “IHSG pun yang di awal sempat bertengger di zona hijau, pada akhir sesi 2 terperosok ke zona merah,” ucapnya.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Senin (28/10/2013), IHSG akan berada pada support 4.543-4.569 dan resistance 4.607-4.615. “Indeks berpola menyerupai bullish harami cross dekati upper bollinger bands (UBB),” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali naik dengan histogram positif yang meningkat. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic mencoba bertahan dalam tren kenaikannya meski mulai ada sinyal pelemahan.
Reza menjelaskan, laju IHSG berada di kisaran target support dan resisten 4.542-4.612. Kondisi itu membuat IHSG berada di persimpangan jalan. “IHSG akan bergerak variatif. Selama IHSG tidak langsung dimanfaatkan untuk aksi ambil untung secara massif, IHSG masih ada peluang melanjutkan kenaikan,” imbuh Reza.
Di atas semua itu, Reza menyodorkan sembilan saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal untuk trading awal pekan ini. Saham apa saja?
A call-to-action text Contact us