:::: MENU ::::

Rabu, 04 Desember 2013

  • 12/04/2013
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meskipun masih memiliki daya tarik sangat tinggi bagi sebagian besar orang, ternyata pergerakan sahamnya berlawanan dengan semua harapan.

Menurut praktisi pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi, walau asetnya terbesar di Asia, tapi selama harga saham turun artinya perusahaan itu tidak menarik secara teknikal. Sesuai dengan pedoman Good company belum tentu punya good stock "Uang anda tumbuh bukan dengan membeli perusahaan baik, tapi membeli perusahaan yang sahamnya naik," katanya, Selasa (3/12/2013). Memang BUMI sempat mencapai level 1000 sebelum anjlok ke level 300-an.

Jadi, setelah mencapai target penurunannya di level 325, kemana arah saham ini selanjutnya? Coba ingat–ingat pada tahun 2008 ketika BUMI rontok, berapakah level terendahnya? Apakah level saat ini 285 sudah lebih rendah daripada level terendah 2008? Jika tidak, maka BUMI masih ada peluang rebound yang cukup menarik.

Jika lebih rendah dari 2008? Maka target selanjutnya adalah -450. Berdasar perhitungan teknikal minus, karena bursa hanya membatasi harga terendah di 50, maka kira–kira level inilah target BUMI selanjutnya dengan ataupun tanpa rebound yang berarti

Namun, saham dengan pergerakan sangat fluktuatif seperti BUMI memungkinkan terjadinya rebound tinggi. "Saran kami, manfaatkan segala penguatan baik itu sedikit ataupun banyak untuk melakukan penjualan,
A call-to-action text Contact us