:::: MENU ::::

Jumat, 28 Februari 2014

  • 2/28/2014
Dukungan Gubernur Jokowi serta melimpahnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang selalu siap disuntik kepada BUMD ini.

Itulah alasan mengapa Bank DKI belum bersedia Go Public. Menurut Direktur Keuangan Bank DKI, Benny Santoso, pihaknya selalu mendengarkan saran pemegang saham mayoritas. Pemda DKI Jakarta serta dukungan Gubernur Jokowi yang selalu siap menyuntikan dana ke Bank DKI.

"Dukungan pak Gubernur sangat kuat sehingga tidak perlu memakai dana dari pasar modal, untuk tahun ini saja mereka siap injeksi Rp1 triliun, ini di atas kebutuhan modal kami sebesar Rp600 miliar," kata Benny di Jakarta saat paparan kinerja 2013.

Benny melanjutkan, Jokowi di berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa Bank DKI memiliki kinerja yang baik. Jadi bank ini tidak perlu melakukan IPO (initial public offering) dalam waktu dekat.

Bahkan, soal rumor bahwa Bank DKI akan segera IPO setelah pemilu pun dipastikan tidak akan terjadi. Selama Pemda DKI, memiliki komitmen dalam pendanaan kepada Bank DKI.

"Dengan tumbuh 37 persen, bank DKI menjadi tumbuh dengan baik padahal bank lain tumbuhnya 20 persen, ini alasan kenapa Pak Jokowi enggan merestui Bank DKI untuk melakukan IPO,
A call-to-action text Contact us