:::: MENU ::::

Jumat, 07 Februari 2014

  • 2/07/2014
Support IHSG dinilai sudah sempurna. Karena itu, indeks diprediksi segera naik menutup gap 4.437. Namun demikian, trading cepat dinilai lebih menguntungkan.
Pada perdagangan Kamis (6/2/2014) , Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 40,40 poin (0,92%) ke posisi 4.424,709. Intraday terendah 4.385,296 dan tertinggi 4.424,709.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan net buydengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Gema Goeyardi, pendiri PT Astronacci International mengatakan, IHSG berhasil naik dan sekaligus memberi konfirmasi bahwa time support yang diprediksi pada 4 Februari 2014 telah terbentuk dengan sempurna. “Saat ini IHSG akan segera naik menutup gap pada area 4.437 pada Jumat ini atau paling lambat 11 Februari 2014,
Saat ini, lanjut dia, pasar berada dalam pengaruh Mercury Retrograde di mana pergearkan harga saham akan cenderung sideways dan akan sering muncul false break price action. “Hal ini menjadi peringatan bahwa trading dengan profit pendek, 5% maksimal, akan lebih menguntungkan,
Oleh karena itu, mulai hari ini dia menyarakan para pemodal untuk melakukan trading cepat dengan target profit pendek. “Apabila terjadi gagal break out dari resistance, jual saham Anda,
“Saham yang baru kita beli adalah PT Gudang Garam (GGRM) dan PT Semen Indonesia(SMGR). Kedua saham tersebut akan dapat kesempatan naik lebih tinggi hingga tanggal 11 Februari 2014,
Gema menjelaskan, saham GGRM saat ini bergerak dalam tren bullish dan diperdagangkan di atas harga rata-rata 34 hari (EMA 34). “Formasi yang terbentuk adalah impulsive wave 5 rally,
Menurut dia, lanjutan tren bullish saat ini akan berlanjut hingga Rp46.000-46.500. “Selama GGRM tidak turun di bawah Rp39.600, GGRM masih tetap bullish,
Target pencapaian resisten pertama berada pada 17 Februari 2014. “Mendekati tanggal tersebut pembalikan arah bisa terjadi walaupun harga belum mencapai area profit target akhir,
Dia merekomendasikan beli saham GGRM dalam kisaran Rp43.200-43.500 dan stop loss di Rp40.500. Sementara itu, profit taking bisa dilakukan di Rp47.000 dalam tiga hari perdagangan.
Sementara itu, saham SMGR telah membentuk formasi double bottom dan memiliki peluang untuk naik hingga Rp15.350 dan selanjutnya Rp16.300. “Di samping itu, momentum bullish divergence akan mendukung penguatan saham ini disertai price action false break,
Target waktu pencapaian resisten belum terlihat saat ini. “Kami akan melakukan update beberapa hari ke depan,
Rekomendasi beli SMGR di level Rp14.600 dan stop loss di Rp13.700. Sementara itu, profit taking bisa dilakukan di level Rp16.200 dalam tiga hari perdagangan.
A call-to-action text Contact us