:::: MENU ::::

Rabu, 05 Maret 2014

  • 3/05/2014
Laju IHSG Rabu (5/3/2014) diprediksi berada dalam support 4.558-4.580 dan resisten 4.610-4.615. Inilah saham-saham pilihannya.
Pada perdagangan Selasa (4/3/2014) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 17,079 (0,37%) ke 4.601,284. Intraday terendah 4.568,655 dan tertinggi 4.602,199.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp72,8 miliar dengan penurunn nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
“Seperti yang disampaikan sebelumnya di mana utang gap 4.575-4.579 telah dilunasi namun, peluang untuk rebound dapat tertahan bila sentimen dari laju bursa saham global tidak mendukung sehingga tetap mewaspadai potensi downreversal lanjutan,
Di awal sesi, lanjut Reza, memang sempat masih terjadi koreksi setelah pelaku pasar merespons pelemahan laju bursa saham AS, terutama setelah AS masuk dalam pusaran peningkatan tensi politik di Ukraina. “Meski tidak berhubungan secara langsung, kondisi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan profit taking,
Kondisi berbalik positif bertahap di sesi kedua setelah pelaku pasar melihat kembali menghijaunya Hang Seng Index (HSI) dan Nikkei, terutama dengan kembali turunnya nilai tukar yen. “Sentimen tersebut juga dimanfaatkan untuk kembali memburu saham-saham yang telah melemah sebelumnya meski asing tercatat nett sel dan Rupiah yang kembali melemah,
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Rabu (5/3/2014) IHSG berada pada rentang support 4.558-4.580 dan resisten 4.610-4.615. “Hammer di atas middle bollinger band(MBB),
Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih mendatar dengan histogram yang juga mendatar. The Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba upreversal. “IHSG sempat berada di kisaran target support (4.555-4.572) namun, berakhir dengan melampaui target resisten (4.592-4.594) sehingga seharusnya dapat memberikan peluang rebound,” 
Menurut Reza, bila laju bursa saham global dan rilis data-data Asia cukup baik, minimal dapat terjadi penguatan meski tipis. “Meski begitu tetap mewaspadai potensi downreversal karena masih adanya aksi profit taking
A call-to-action text Contact us