:::: MENU ::::

Senin, 28 April 2014

  • 4/28/2014
Sebanyak 10 ribu karyawan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mendesak Kementerian BUMN mencabut keputusan akuisisi.
Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Serikat Pekerja BTN, Satya Wijayantara di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (27/04/2014). ''Kami dengan tegas menolak rencana akuisisi BTN. Kami minta Menteri BUMN mencabut suratnya bernomor SR-161/MBU/04/2014 yang mengagendakan RUPSLB soal pengambilalihan saham Dwi Warna di BTN oleh Mandiri," kata Satya.
Demi memperjuangkan keinginan ini, Serikat Pekerja (SP) BTN melakukan unjuk rasa secara damai di Istana Negara. Aksi SP BTN ini, diikuti perwakilan di luar Jabodetabek, seperti Bandung, Cirebon, Palembang, Balikpapan, perwakilan dari Aceh hingga Papua.
Masih menurut Satya, unjuk rasa ini merupakan bentuk perlawanan terhadap Menteri BUMN Dahlan Iskan yang ngotot memaksakan akuisisi BTN terealisasi. Selain juga bertujuan demi sebuah kepentingan politik.
"Presiden SBY melalui Sekretaris Kabinet Dipo Alam sudah memerintahkan agar rencana akuisisi dihentikan. Seharusnya Dahlan mematuhi instruksi tersebut,'' tutur Satya.
Asal tahu saja, kalangan pengamat, pengembang dan DPR sudah mengingatkan bahwa akuisisi BTN lebih banyak mudharat daripada manfaat. Dan, prosesnya melanggar konstutisi. Jadi sangat beresiko apabila dilanjutkan.
A call-to-action text Contact us